Membuat Lukisan Indah dari Limbah Pelepah Pisang

Sebagain besar orang menganggap pelepah pisang (kering) adalah sampah yang tidak berguna. Begitu pula saat penulis masih kecil, di kampung halaman seringkali hanya melihat pelepah pisang yang sudah kering (layu) teronggok di kebun. Bahkan terkadang oleh orang tua dibakar karena dianggap mengotori kebun. Namun kini pelepah pisang bisa dijadikan karya seni lukisan yang indah dan bernilai ekonomi tinggi. Lagi-lagi tangan-tangan orang kreatif yang menjadikan limbah seperti itu sebagai sebuah berkah.

Disarikan dari berbagai sumber, penulis mencoba menghadirkan kisah sukses orang-orang yang menekuni usaha lukisan dari limbah pelepah pisang dan cara pembuatannya. Semoga bermanfaat dalam menumbuhkan kreativitas pembaca dan memberikan sentuhan motivasi untuk selalu peduli terhadap lingkungan hidup.

Profil Singkat Para Seniman Pelepah Pisang

Detik.com. Ade Mulyana alias Moel adalah Pelukis Pelepah Pisang asal Cimahi Jawa Barat. Moel selalu menjadikan pelepah pisang sebagai bahan baku utama untuk lukisannya. Mencarinya pun tidak sembarangan. Tidak hanya di Cimahi, Moel mencari pelepah pisang ke berbagai daerah seperti Cianjur, Garut, Purwakarta atau Lembang.

Berdasarkan pengalaman Moel, entah karena unsur hara tanah yang berbeda, warna pelepah pisang di berbagai daerah pun berbeda-beda. Misalnya untuk daerah Cianjur pelepah pisangnya dominan dengan warna abu-abu, untuk Purwakarta warnanya kuning keemasan sedangkan untuk Garut warnanya putih. Moel membutuhkan warna-warna tersebut untuk lukisannya. Meskipun dia harus datang ke kebun-kebun milik orang lain yang ada di berbagai daerah.

Berita86.com. Jemy, seniman asal Kampung Rangge Kelurahan Sukomulyo Lamongan membuat lukisan limbah pelepah pisang tiga dimensi. Sehingga lukisannya terlihat unik dan bernilai seni tinggi. Hasil karyanya pun terlihat indah berwarna alami, terutama jika terkena pantulan sinar matahari.

Menurut Jemy, untuk membuat sebuah lukisan pelepah pisang terbilang agak rumit. Bahan dasar pelepah pisang yang didapatnya harus dalam keadaan busuk dan telah di rendam dengan tanah liat selama berbulan-bulan. Pelepah pisang yang busuk kemudian di potong hingga seperti serbuk, kemudian dikeringkan dibawah sinar matahari. Serat pelepah pisang yang sudah tertimbun tanah ini tidak akan lapuk atau berjamur, sehingga dipastikan lukisan akan bertahan dalam tempo yang lama.

Untuk menghasilkan sebuah lukisan, Jemy membutuhkan waktu empat sampai lima bulan. Bahkan, jika hati sang pelukis tidak sedang dalam kondisi prima, penyelesaian sebuah lukisan berukuran 180 meter persegi, butuh waktu hingga satu tahun. Seni lukis yang digeluti 12 tahun silam, sebuah karya lukisannya dihargai mulai dari 5 Juta hingga Ratusan Juta Rupiah, tergantung ukuran lukisan dan tingkat kesulitannya.

liputan86.blogspot.com. Susono, pemuda kreatif warga Desa Kendal Kemlagi Kecamatan Karang Geneng, Lamongan, memanfaatkan pelepah pisang atau yang biasa disebut gedebog sebagai bahan lukisan. Hasilnya, lukisan pelepah pisang ini terkesan klasik dengan warna sephia d an coklat sebagai warna dominant. Pelepah pisang atau yang biasa disebut gedebog tak sulit di dapat. Susono me ndapatkan pelepah pisang untuk bahan lukisannya disekitar rumahnya.

Untuk mem buat lukisan dari pelepah pisang ini cukup mudah. Pelepah dengan tekstur tertentu dipilih sebagai back ground lukisan. Kemudian serat pelepah pisang digunakan untuk membuat gambar yang berupa garis-garis. Serat pelepah pisang tersebut ditempelkan dengan lem kayu pada back ground yang dipilih. Kemudian setelah bentuk selesai, lukisan tersebut baru dipernis agar lebih sempurna. Lukisan dengan ukuran 70 centime ter kali 40 centimeter misalnya, ia hanya menjualnya dengan harga 200 ribu rupiah.

Cara Membuat Lukisan Pelepah Pisang

Dalam tulisannya senipelepahpisang.blogspot.com, berbagi pengalaman cara-cara membuat sebuah lukisan pelepah pisang. Cara pembuatan lukisan, amatlah sederhana dan bahan/alat yang dibutuhkan yaitu; pelepah pisang yang telah kering di pohon, gunting, triplek, lem.

Pelepah Pisang. Jenis pisang bebas, pelepah pisang yang baik adalah yang sudah kering dipohon, kondisi pelepah pisang benar-benar kering (tidak basah atau lembab), pelepah tidak perlu dijemur di sinar matahari (cukup diangin-anginkan saja). Tidak perlu menggunakan bahan pengawet atau ditambah pewarna buatan, karena akan menghilangkan kesan alami lukisan. Corak warna pelepah pisang yang akan digunakan disesuaikan dengan kebutuhan pelukis, sesuai dengan gaya dan tema lukisan. Lukisan yang sudah jadi tidak perlu di vernis (bahan pengkilap lukisan). Supaya lebih indah bisa dipakai pigura dan kaca. Agar lukisan awet dan tahan lama, hindari lukisan dari basah/lembab.

Lem. Tidak ada jenis lem khusus untuk lukisan ini. Lem yang biasa digunakan contohnya ; lem kertas biasa (yang berbahan dasar tepung singkong/kanji/aci, Lem merek FOX yang biasa dijual dipasaran. Lem FOX lebih sering penulis gunakan, karena daya rekatnya yang cukup kuat, walaupun harganya agak sedikit lebih mahal.

Triplek. Biasanya digunakan untuk dasar lukisan. Selain triplek dapat juga digunakan bahan-bahan lain, seperti karton tebal, kayu, dll.

Cara Penempelan Pelepah Pisang, Teknik menempel bebas. Untuk melukis pemandangan, kaligrafi, hewan2, manusia, biasanya penulis menempel latar belakangnya dulu, baru yang terakhir detailnya. Seperti contoh Lukisan Kaligrafi, pertama tempellah latar belakang yang berwarna gelap semua, setelah kering baru tempel tulisan kaligrafinya yang berwarna terang. Agar hasil tempelan merata dan kuat, biasanya setelah pelepah pisang ditempel, lukisan diberi pemberat diatasnya hingga lem kering (seperti dengan kaca tebal, kayu pemberat, buku yang tebal, dll), tujuannya agar lem menempel merata disetiap bagian pelepah pisang yang ditempel.

Untuk tahap tahap pertama, memang dibutuh keuletan dan kesabaran ekstra, karena bahan dan alat ini tidak lazim digunakan untuk tujuan melukis. Tetapi bila telah mahir dan teknik melukisnya telah didapat sendiri, akan diperoleh sebuah lukisan yang unik dan agak sulit untuk ditiru orang, sehingga nilai jualnya juga lebih baik. Selamat mencoba! (iH2).

About Arief Rustandi

Sarjana Ilmu Komunikasi dari Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran, Bandung. Memiliki minat pada dunia jurnalistik, lingkungan hidup, pendidikan serta olahraga. Arief juga aktif sebagai Associate Researcher di ECOTAS GROUP Indonesia.

One Response to Membuat Lukisan Indah dari Limbah Pelepah Pisang

  1. Novita Rahma July 22, 2016 at 9:29 am #

    Wahh keren dan sangat kreatif sekali

Leave a Reply