Tanggul Jebol di Desa Pandu Gresik, Mulai Diuruk [Surabaya post]

Surabaya Post. GRESIK – Tim dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) baik Pemerintah Provinsi maupun Kabupaten memastikan Kamis (31/3) hari ini akan menguruk tanggul di Desa Pandu yang ambrol hingga 40 meter. Berdasarkan pantauan PU, jebolnya tanggul Kali Lamong di Desa Pandu inilah yang menyebabkan banjir meluber ke mana-mana dan tidak kunjung surut.

“Hasil survei bersama tim provinsi, tanggul di Desa Pandu akan langsung diperbaiki. Besok (hari ini, red) akan dimulai kegiatannya,” kata Tugas Husni Syarwanto, Kepala Dinas PU Kabupaten Gresik, kemarin.

Saat ini ada dua tanggul yang membuat air dari Kali Lamong meluber ke daratan, yaitu di Desa Njono dan Pandu. Semuanya berada di Kecamatan Cerme.

“Berdasarkan hasil survei bersama Kepala Dinas PU Pengairan Pemerintah Provinsi, Supaat, pada Rabu lalu, tanggul di Desa Pandu ini yang dirasa paling mendesak untuk segera diperbaiki. Penyebab banjir Gresik besar, meluber ke mana-mana  ya di Pandu ini,” tandasnya.

Terkait anggaran perbaikan tanggul, Tugas Husni belum bisa memastikan jumlahnya. “Anggarannya adalah bantuan dari provinsi. Tapi, untuk saat ini kami belum bisa menghitung pasti, karena memang darurat. Dilaksanakan dulu perbaikannya, nanti sambil jalan baru kita hitung anggarannya,” jelasnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, jika teknis pengurukannya biasa. “Tanggul akan ditinggikan lagi sekitar 1 meter dari yang sebelumnya. Dan karena tanggul tersebut juga difungsikan sebagai jalan poros desa (JPD) oleh masyarakat setempat, setelah diuruk nanti diberi sirtu setinggi 40 centimeter untuk jalannya,” jelas Tugas Husni.

Berdasarkan survei, lanjutnya, jebolnya tanggul  sekitar 30 hingga 40 meter dengan kedalaman air sekitar 4 meter.  “Warga mendukung rencana ini, namun mereka meminta jangan sampai nanti merusak lingkungan warga. Jalan paving yang sudah baik jangan sampai rusak gara-gara dilewati truk pengangkut tanah,” ujarnya. (Surabaya/iH7)

No comments yet.

Leave a Reply