Konsep Reuse dan Recycle, Sebuah Gagasan Sederhana

Jika anda ingin mengetahui secara dekat perusahaan mana yang mendukung agenda keberlanjutan perusahaan, maka lihatlah strategi kebijakan pengelolaan limbahnya. Produsen teknologi raksasa Dell misalnya, mereka menggunakan slogan “Reduce, Reuse dan Recycle,” sebagai strategi bagus untuk mengekspresikan kebijakannya. Dell menggunakan slogan tersebut agar mendapatkan efek yang baik demi keberlanjutan perusahaan. Dalam kasus Dell khususnya, perusahaan ini telah menyatakan bahwa pada tahun 2012, ingin kembali meningkatkan program daur ulangnya menjadi 99 persen. Dimana pada tahun 2010, baru tercapai sekitar 96 persen. Jika Anda membaca lebih lanjut laporan Dell, Anda akan melihat bahwa perusahaan ini telah melakukan banyak hal dengan program daur ulangnya (recycle), tapi sebenarnya perusahaan ini tidak banyak menyebutkan usahanya tersebut menggunakan prinsip memakai kembali (reuse) atau tidak.

Ini bukan berarti perusaahaan Dell jelek, justru perusahaan ini telah melakukan banyak hal yang berhubungan dengan program CSR perusahaan. Namun keberlanjutan perusahaan dan program CSR nya perlu memusatkan perhatian lebih pada pendidikan pegawai di internal mereka sendiri. Sehingga masyarakat umum dapat merasakan besarnya manfaat menggunakan kembali (reuse) atau “upcycle” produk atau barang yang sudah mereka pakai. Contoh paling jelas adalah pengunaan galon/botol isi ulang lebih baik daripada botol plastik sekali pakai, atau membawa tas khusus ketika berbelanja untuk mengurangi limbah tas plastik. IKEA dan Whole Foods Market adalah dua organisasi yang memelopori ide pemberian semacam diskon (5-10%) untuk pembeli yang membawa tas sendiri. Sekarang banyak supermarket lokal melakukan hal yang sama.

Munculnya gagasan digunakannya konsep menggunakan kembali (reuse) oleh perusahaan, sudah muncul sejak tiga tahun lalu dalam website Universitas Columbia dengan menawarkan beberapa saran produk. Misalnya penggunaan isi ulang dispenser pompa sabun tangan dan penggunaan koran bekas untuk line gardening rows sebagai pencegah gulma.

Tapi bukankah ide ini lebih terfokus pada kebijakan konsumen itu sendiri? Ya, tapi ada banyak potensi inovasi jika perusahaan membuat produk yang secara khusus menerapkan prinsip menggunakan kembali (reuse) bahan-bahan. Berikut adalah beberapa contohnya:

  • Hewlett-Packard. Kini tidak hanya terfokus pada peningkatan tingkat daur ulang untuk jutaan cartridge printer inkjet, laser cetak dan produk imaging, tetapi juga difokuskan pada penggunaan kembali bahan-bahan atau komponen untuk bagian dalam beberapa printer tersebut.
  • Website reuseit.com. Telah menciptakan sebuah bisnis e-commerce dengan cara menjual barang-barang yang dapat digunakan kembali, seperti tas belanja dan lilin isi ulang. “Dengan membuat beberapa perubahan sederhana, seperti sedikit menggunakan barang sekali pakai dan banyak menggunakan barang reusables, berarti kita memiliki potensi besar untuk mengurangi dampak perusakan terhadap lingkungan. ” Kata Vincent Cobb pemilik situs tersebut.
  • Perusahaan Coca-Cola. Kini telah merintis pembuatan botol baru yang disebut PlantBottle yang terbuat dari plastik PET daur ulang. Setiap tahunnya Perusahan mampu memproduksi 100 juta pon plastik PET daur ulang untuk digunakan kembali. Ini setara dengan menciptakan 2 milyar botol dengan berat 20-ons. Perusahaan juga baru-baru ini meluncurkan sebuah upaya yang disebut “Give It Back Racks”, yaitu untuk menampilkan kembali barang-barang hasil reuse dalam sebuah rak, beberapa rak bahkan akan terbuat dari plastik daur ulang. Rencananya hasil upaya ini akan diluncurkan secara luas pada akhir 2011.
  • Valvoline. Baru-baru ini perusahaan produsen minyak ini mengumumkan kampanye hijaunya dengan membuat suatu produk oli motor baru yang disebut NextGen. Hebatnya, oli motor ini 50 persen terbuat dari minyak daur ulang. Perusahaan lain yaitu Universal Pelumas telah melakukan hal yang sama.

Mungkin contoh yang paling jelas dari bisnis menguntungkan dengan menggunakan konsep reuse dan recycle adalah perusahaan Terracycle dengan slogannya “Outsmart Waste” (Mengakali Limbah). Terracycle melakukan sesuatu yang tidak terpikirkan oleh orang lain dari sebuah barang bekas menjadi benda yang bermanfaat. “Upcycling sejauh ini merupakan hal yang sangat terbaik yang dapat Anda lakukan untuk lingkungan,” kata Tom Szaky, yang mendirikan Terracycle pada Tahun 2001 ketika ia menjadi mahasiswa di Princeton University.

Saat ini, ada sekitar 19 juta orang yang mengumpulkan “sampah” untuk Terracycle’s. Sebuah perusahaan yang memiliki banyak tenaga kerja, pengecer terkenal, dan produsen barang konsumen, tapi selalu menyumbang untuk amal juga. Terbaru, Old Navy bahkan bersedia mengumpulkan sandal jepit tua untuk Terracycle’s. Saat ini, perusahaan mampu  mengumpulkan 500 juta keping sampah/limbah setiap bulan. “100 persen dari sampah-sampah tersebut, kami produksi sendiri dan dimasukkan ke dalam list produk kami. Kami tidak memberikannya (untuk diproduksi) kepada orang, “kata Szaky.

Menurut Szaky, masalah terbesar pemerintah dalam usaha daur ulang ini adalah anggapan orang bahwa hal tersebut hanya sebuah sistem manajemen “warisan limbah”. Itulah sebabnya mengapa sektor swasta sangat penting mengambil peran dalam inovasi ini, yang menganggap proses daur ulang sebagai sarana untuk memajukan ekonomi bangsa. (iH2).

Sumber: http://www.smartplanet.com/business/blog/business-brains/reuse-and-recycling-a-modest-proposal/15152/?tag=content;col1 dirangkum dan diterjemahkan oleh Arief Rustandy.

About Arief Rustandi

Sarjana Ilmu Komunikasi dari Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran, Bandung. Memiliki minat pada dunia jurnalistik, lingkungan hidup, pendidikan serta olahraga. Arief juga aktif sebagai Associate Researcher di ECOTAS GROUP Indonesia.
No comments yet.

Leave a Reply