Revolusi Mesir dalam Perspektif Lingkungan

Salah satu pemicu revolusi putih yang berhasil menggulingkan Husni Mubarak adalah naiknya harga pangan yang tidak diimbangi dengan kemampuan daya beli rakyat Mesir. Harga pangan merupakan rapot merah Husni Mubarak yang tak termaafkan. Hampir 20 juta penduduk mesir tidak memiliki kemampuan untuk mengakses kebutuhan pokok (pangan dan energi).

Menurut Prof. Nouriel Roubini, penyebab krisis pangan berasal dari dua sisi, yaitu produksi dan komsumsi. Pada sisi produksi, sumber energi pemasok pertanian (air) yang pada awalnya sebagai bahan untuk kepentingan pertanian berubah menjadi bahan kepentingan warga kota. Pada sisi produksi lahan pertanianpun sudah banyak berkurang. Dan perubahan iklimpun ikut berkontribusi pada penurunan produksi pertanian di Mesir bahkan dibelahan dunia lainnya. (Egidius Patnistik-kompas)

Ketahanan Pangan

Ketahanan pangan merupakan ketahanan fundamental suatu negara. Seorang penulis Romawi, Decimus Junius Juvenalis, pernah berseru,”bread and circuses”. bahwa untuk mendapatkan sepotong roti, kadang kita harus pontang-panting, jumpalitan, seperti bermain akrobat.

Cerita tersebut menggambarkan bagaimana beratnya perjuangan rakyat dalam mendapatkan pangan. Dan pangan merupakan kebutuhan yang paling mendasar untuk diperjuangkan. Apabila ketahanan pangan terganggu maka stabilitas kehidupanpun akan terganggu. Termasuk kehidupan berpolitik, seperti yang dialami Mesir, dimana kemampuan rakyat mesir untuk mengakses pangan mulai menurun seiring dengan kenaikan harga pangan pada bulan Januarai 2011yang mencapai -/+ 18%, sementara prestasi ekonomi  Mubarak tak juga kunjung melaju. Ketahanan pangan juga merupakan salah satu faktor penentu dalam strategi peperangan. Dengan  adanya kekuatan pangan kemandirian bangsa dalam tatakelola kehidupan bernegarapun akan semakin kuat. Masalah pangan jangan hanya dipandang dari sisi untung dan rugi dalam aktifitas ekonomi saja, tetapi harus disadari bahwa pangan merupakan bagian yang mendasar bagi ketahanan nasional yang harus dilindungi.

Ketahanan Energi

Hal yang takalah pentingnya adalah akses rakyat pada energi. Hampir semua sektor kehidupan tidak terlepas dari kebutuhan energi. Pengatur suhu ruangan, pengangkutan barang dan transportasi, pembuatan konstruksi, pemeliharaan sarana sekolah dan rumah sakit, merupakan contoh-contoh yang jelas. Lebih lagi, kehidupan sosial memerlukan energi untuk penerangan, hiburan, komunikasi, dan sebagainya.

Penggunaan energi yang rasional, baik dari sudut pandang ekonomi maupun lingkungan. Akan berdampak pada kesejahteranan rakyat secara keseluruhan. Sehingga ketahanan pangan dan penggunaan energi yang rasional akan mengakibatkan : 1). Akses terhadap pangan lebih terjamin. 2). Kualitas kehidupan meningkat. 3). Stabilitas politik terjaga.

Kesadaran Ekologi

Usaha secara sadar untuk memelihara atau memperbaiki mutu kehidupan yang berkelanjutan merupakan sebuah upaya dasar dalam menjamin kesetabilan dalam tatanan kehidupan, baik kehidupan berpolitik, sosial maupun budaya. Seseorang yang belajar lingkungan sebenarnya sedang mempelajari : 1). Bagaimana suatu kehidupan beradaptasi dengan alam. 2). Bagaimana alam bekerja. 3). Apa yang diperlukan dari alam. 4). Bagaimana untuk bisa memanfaatkan dan sekaligus bermanfaat untuk kehidupan sekarang dan masa yang akan datang (berkelanjutan). 5). Bagaimana berinteraksi dengan unsur kehidupan yang lainnya.

Kejadian di Mesir sebenarnya bisa dihindari apabila para elit politik yang lagi berkuasa di Mesir bersikap bijak pada alam, melalui kelima poin diatas. Beragam permasalahan yang terlanjur terjadi merupakan permasalahan yang dimulai dalam lingkup sistem ekologis, proses ekologi, dan relasi ekologi yang telah dilanggar.

Sudah selayaknya pendekatan ekologis dijadikan acuan utama dalam mengambil sebuah keputusan. Dan apabila Indonesia juga tidak mampu mengantisipasi dan beradaptasai dengan fenomena yang ada, maka Revolusi Putih yang terjadi di mesir bukan tidak mungkin untuk terjadi di Indonesia. Bahkan mungkin akan lebih parah, tak menutup kemungkinan di Indonesia akan terjadi “Revolusi Merah” yang berdarah-darah. (iH3)

About Adang Kusnadi

Sarjana Ekonomi Lululusan Universitas Islam Bandung. Memiliki minat pada masalah -masalah yang berkaitan dengan perbaikan tempat hidup manusia dengan visi personal ingin “mewujudkan alam yang manusiawi dan manusia yang alami.” Adang juga aktif mengajar di beberapa perguruan tinggi di Bandung dan Cimahi.
Comments are closed.