Menyongsong Kehidupan Pasca Gandum

Perubahan iklim telah mengurangi hasil panen pangan dunia. Kekurangan pangan di Mesir disebut-sebut juga sebagai sebab utama Revolisi putih yang berhasil menggulingkan Husni Mubarak.

Kekurangan pangan secara umum disebabkan oleh dua hal, pertama pemborosan pola konsumsi (terutama di negara maju dan orang kaya) kedua adalah akibat ulah manusia melepaskan terlalu banyak karbon dioksida (Gas Rumah Kaca, ini juga dilakukan oleh pelaku yang sama). Kedua hal tersebut telah membuat Pemanasan Global dan mengubah iklim. Akibatnya adalah produksi pangan dunia terus merosot.

Di Indonesia konsumsi tepung terigu setiap tahunnya terus bertambah. Dibutuhkan 4,5 juta ton/tahun. Dan gandum sebagai bahan dasar tepung terigu bukanlah tanaman lokal Indonesia. Makanya, untuk memenuhi pasokan tepung terigu, saat ini Indonesia masih harus mengimpor.

Di tengah kondisi ekonomi yang tidak menentu, serta kemampuan daya beli masyarakat yang tidak kunjung membaik. Sudah seharusnyalah potensi sumber pangan lokal terus digali dan dikembangkan oleh semua pihak.  Potensi pangan lokal selain bisa lebih murah, juga mudah didapat, karena potensinya ada dimana-mana.

Salah satu sumber potensi pangan yang bisa dikembangkan di Indonesia secara massal adalah tanaman ubi ganyong. Ubi ganyong memiliki kandungan gizi yang tidak kalah bahkan lebih baik dari gandum. Karena gandum yang berupa tepung terigu, sebenarnya berkadar gluten yang tinggi. Makanan yang mengandung kadar gluten tinggi bisa mengganggu pencernaan, yaitu berupa terganggunya : penyerapan nutrisi, parkinson, autis, down syndrome, osteoporosis, diabetes, anemia, dll.

Ketahanan pangan di saat bencana

Setiap terjadi bencana alam di Indonesia, sering kali para korban mendapat bantuan mie instan. Padahal, dalam kondisi darurat, makanan ini tidak praktis dan sangat merepotkan. Selain dibutuhkan air bersih untuk memasaknya, korban juga membutuhkan kompor yang belum tentu tersedia.

Ganyong adalah sejenis umbi-umbian yang bisa tumbuh dimana-mana. Ganyong memiliki kandungan gizi yang banyak yang diperlukan tubuh. Ganyong merupakan salah satu bahan pangan non beras yang bergizi cukup tinggi terutama kandungan kalsium, fosfor, dan karbohidrat. Ubi ganyong dapat diproduksi menjadi makanan yang bervariasi dan lebih mudah dikonsumsi. Hal ini dapat mempermudah korban bencana dalam memenuhi gizinya. Kelebihan lainnya, ganyong mengandung zat aktif yang berfungsi untuk meningkatkan kekebalan tubuh.

Keuntungan yang diperoleh apabila mengoptimalkan pemanfaatan ubi ganyong (mengkonsumsi) : 1) biaya murah, 2) ubi ganyong mudah diperoleh, 3) tidak ada efek samping, 4) sebagai inovasi pangan, 5) menambah keragaman pangan Indonesia, 6) membantu ketahanan pangan Indonesia dan 7) meningkatkan ekonomi negara.

(iH3. Disarikan dari diskusi Obrass DPKLTS  Bandung, 12-2-2011. Dengan pembicara : 1. Suherlan, pelaku bisnis tepung ganyong. 2. H. Yusup  Suradi, pengembang MOCAF )

About Adang Kusnadi

Sarjana Ekonomi Lululusan Universitas Islam Bandung. Memiliki minat pada masalah -masalah yang berkaitan dengan perbaikan tempat hidup manusia dengan visi personal ingin “mewujudkan alam yang manusiawi dan manusia yang alami.” Adang juga aktif mengajar di beberapa perguruan tinggi di Bandung dan Cimahi.
Comments are closed.