Wow…Selain Lezat Durian Juga Berkhasiat!

Asal Mula

Pohon durian termasuk jenis tumbuhan tropis yang berasal dari Asia Tenggara, yang namanya sama dengan buahnya yang memiliki ciri khas kulit buahnya yang keras dan berlekuk-lekuk tajam sehingga menyerupai duri. Buah durian dalam sebutan populernya adalah “raja dari segala buah” (King of Fruit). Buah durian juga termasuk buah yang “kontroversial”! Meskipun banyak yang  menyukainya, namun banyak juga yang benci/muak dengan aromanya.

Durian diduga berasal dari istilah Melayu, yaitu dari kata duri yang diberi akhiran –an. Kata ini terutama dipergunakan untuk menyebut buah yang kulitnya berduri tajam. Dalam www.id.wikipedia.org, tanaman durian berasal dari hutan Malaysia, Sumatra, dan Kalimantan yang merupakan tanaman liar. Penyebaran durian ke arah barat adalah ke Thailand, Birma, India, dan Pakistan. Di Asia, buah ini sudah dikenal sejak abad 7 M. Berdasarkan catatan sejarah, terdapat banyak nama lokal untuk buah durian, yang mengacu pada berbagai varietas dan spesies yang berbeda. Seperti Duren (Betawi, Jawa, Gayo), Duriang (Manado), Dulian (Toraja), dan Rulen (Seram Timur) dan Kadu (Sunda).

Pada musim raya durian, buah ini dapat dihasilkan dengan berlimpah, terutama di sentra-sentra produksinya di daerah. Secara tradisional, daging buah yang berlebih-lebihan ini biasa diawetkan dengan memasaknya bersama gula menjadi dodol durian (biasa disebut lempok), atau memfermentasikannya menjadi tempoyak. Selanjutnya, tempoyak yang rasanya masam ini biasa menjadi bahan masakan seperti sambal tempoyak, atau untuk campuran memasak ikan.

Khasiat dan Kegunaan

Buah durian sangat berkhasiat untuk mencegah dampak dari extensic aging (faktor penuaan dari luar) meningkatkan tekanan darah (zat besi), buah dan akarnya juga berkhasiat untuk mengatasi bengkak, penyakit kulit dan penyakit kuning. Kulit durian dapat digunakan sebagai obat pengusir nyamuk, untuk mengobati ruam pada kulit (sakit kulit) dan susah buang air besar (sembelit). Kulit buah inipun bisa dibakar dan abunya digunakan dalam ramuan untuk melancarkan haid. Selain itu kulit durian dapat digunakan sebagai abu gosok yang bagus dengan cara dijemur sampai kering dan dibakar sampai hancur. Ternyata kuncup daun (pucuk) durian, mahkota bunga, dan buah yang masih muda juga dapat dimasak sebagai sayuran.

Menurut USDA Nutrient database, dalam lilyflowers-8.blogspot.com/2009, Durian (Durio zibethinus) dalam 100 g, memiliki nilai khasiat: Tenaga 150 kkal, Karbohidrat 27.09 g, Serat pangan 3.8 g, Lemak 5.33 g, Protein 1.47 g, Air 65g, Vitamin C 19.7 mg 33%, Kalium 436 mg 9%. Bahkan durian juga banyak mengandung vitamin B1, vitamin B2, dan vitamin C; serta kalsium dan fosfor.

Seduhan Daun durian di Malayasia banyak digunakan sebagai antipiretik (pereda demam). Caranya daun durian di jus lalu ditempelkan menggunakan handuk/lap di dahi atau air rebusan daunnya diminum. Di Jawa, durian diyakini memiliki kualitas sebagai afrodisiak. Bahkan di beberapa negara di Asia, durian dipercaya memiliki properti yang menyebabkan keluarnya banyak keringat, namun tidak dianjurkan bagi pengidap tekanan darah tinggi dan wanita hamil. (Burkill dan Haniff, 1930).

Khasiat sama juga dijelaskan dalam http://khasiatbuah.com/buah-durian.htm, bahwa buah durian memiliki manfaat mineral alamiah yang mudah dicerna oleh tubuh kita. Durian juga mengandung fosfor dan zat besi yang 10 kali lebih banyak dari buah pisang (mas, ambon, dan beranga). Tapi karena kandungan mineralnya yang tinggi, terutama kalsium dan zat besi, durian dapat menjadi penyebab masalah pada pergerakan usus besar. Bagi yang memiliki riwayat darah tinggi, disarankan untuk tidak mengkonsumsi buah ini bersama dengan alkohol karena dapat menyebabkan stroke. Selain itu, disarankan untuk banyak minum air putih sebelum dan sesudah makan durian untuk menghindari dehidrasi.

Durian pun kerap diolah menjadi campuran bahan kue-kue tradisional, seperti gelamai atau jenang. Terkadang, durian dicampurkan dalam hidangan nasi pulut (ketan) bersama dengan santan. Dalam dunia masa kini, durian (atau aromanya) biasa dicampurkan dalam permen, es krim, susu, dan berbagai jenis minuman penyegar lainnya. Durian terutama dipelihara orang untuk buahnya, yang umumnya dimakan (arilus atau salut bijinya) dalam keadaan segar. Salut biji ini umumnya manis dan sangat bergizi karena mengandung banyak karbohidrat, lemak, protein, dan mineral. Bijinya bisa dimakan sebagai camilan setelah direbus atau dibakar, atau dicampurkan dalam kolak durian. Namun biji durian yang mentah tidak dapat dimakan langsung karena beracun  dan mengandung asam lemak siklopropena (cyclopropene) dengan kandungan sekitar 27% amilosa.

Beberapa masyarakat di Jawa menggunakan kulit durian yang salur buahnya telah dimakan sebagai pengusir (repellent) nyamuk dengan meletakkannya di sudut ruangan. Bahkan kayu gubalnya yang berwarna putih dan terasnya kemerah-merahan biasa digunakan sebagai perabot rumah, peti-peti pengemas, dan bahan konstruksi ringan di bawah atap, asalkan tidak bersentuhan dengan tanah karena mudah diserang rayap.***

About Arief Rustandi

Sarjana Ilmu Komunikasi dari Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran, Bandung. Memiliki minat pada dunia jurnalistik, lingkungan hidup, pendidikan serta olahraga. Arief juga aktif sebagai Associate Researcher di ECOTAS GROUP Indonesia.
Comments are closed.