Sumba, Pulau Ikonik Energi Terbarukan

Dalam upaya untuk mensosialisasikan konsep Pulau Ikonik Energi Terbarukan, Pulau Sumba dipilih sebagai lokasi pertama yang ideal untuk mewujudkan penyediaan energi setempat sebesar 100% dari energi terbarukan.  Inisiatif tentang Pulau Ikonik Energi Terbarukan sudah dimulai sejak tahun 2010 oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, bersama-sama dengan Bappenas dan Hivos, sebuah lembaga non-Pemerintah internasional. Pemilihan Pulau Sumba sebagai Pulau Ikonis ini didasari oleh kajian yang menunjukkan bahwa potensi energi baru dan terbarukan di Sumba yang sangat besar. Potensi tersebut sangat disayangkan jika tidak dapat dimanfaatkan sebagai salah satu alat utama penggerak roda ekonomi masyarakat Sumba.

Dalam siaran persnya tanggal 21 Mei 2013, Kementerian ESDM menyatakan sangat mendukung inisiatif tersebut dan mendorong kegiatan serupa untuk direplikasi di tempat-tempat lainnya, mengingat negara kita sangat luas dan terdiri atas kepulauan. Melalui inisiatif tersebut ketahanan dan kemandirian energi di setiap wilayah Indonesia dapat tercapai dengan mudah, dibandingkan jika Pemerintah memenuhi kebutuhan energi melalui sistem sentralisasi. Inisiatif tersebut sangat mendukung Kebijakan Energi Nasional untuk memenuhi kebutuhan energi nasional melalui penyediaan energi terbarukan sebesar minimal 17% pada tahun 2025, dan Visi 25/25 yang memiliki target penyediaan energi sebesar minimal 25% pada tahun 2025 nanti.

Program pengembangan Pulau Sumba sebagai Pulau Ikonik Energi Terbarukan bertujuan untuk menyediakan akses energi yang dapat diandalkan kepada masyarakat yang tinggal di pulau berukuran kecil dan sedang di Indonesia, melalui pengusahaan energi terbarukan, dengan target terwujudnya ketersediaan energi yang berasal dari energi baru terbarukan sebesar 100% pada tahun 2025.

Pulau Sumba telah dipilih sebagai Pulau Energi Terbarukan (The Iconic Island of Renewable Energy) berdasarkan hasil studi yang dilakukan oleh Winrock Internasional dengan beberapa pertimbangan yaitu: Pulau Sumba mempunyai akses terhadap energi modern yang rendah (rasio elektrifikasi sebesar 24,5% tahun 2010), ketergantungan Pulau Sumba pada pembangkit listrik tenaga diesel (85% pembangkit listrik dari BBM) yang dikirim dari daerah lain sehingga memerlukan biaya pengangkutan yang mahal, dan, Pulau Sumba kaya akan potensi energi terbarukan (air, bioenergi, angin dan matahari).

Guna mendukung Program tersebut, berbagai kegiatan telah dilaksanakan, antara lain studi potensi energi, pembentukan kelompok kerja, pertemuan kelompok kerja, pembangunan infrastruktur energi, serta penyusunan Blue Print dan Road Map Pulau Energi Terbarukan Sumba (Iconic Island) 2012-2025.

No comments yet.

Leave a Reply