Idehijau.com, Bengkulu, 3/1/2011.
Pemerintah Kota Bengkulu sudah menetapkan Perda tentang pengolahan sampah dalam rangka menanggulangi permasalahan sampah di ibukota Provinsi Bengkulu tersebut, sekaligus untuk memaksa masyarakat agar peduli terhadap kebersihan lingkungan.
Sanksi Pidana Bagi Pelanggar
Perda yang telah disetujui dalam rapat paripurna DPRD setempat pada Jumat (31/12/2010) lalu tersebut, bukan hanya melarang membuang sampah sembarangan saja, namun ada sanksi yang tegas yaitu ancaman kurungan 3 bulan atau denda paling banyak Rp5 juta bagi pelanggarnya.
Dengan perda tersebut diharapkan masyarakat Kota Bengkulu tidak mengabaikan sampah, dan bisa menjaga kebersihan lingkungan. Jika hal ini diabaikan, maka mereka harus siap-siap menerima hukuman pidana kurungan selama-lamanya 3 bulan atau denda sebanyak-banyaknya Rp5 juta.
Dalam ketentuan pidana Bab XI pasal 39 diatur tentang hukuman atas pelanggaran yang dilakukan, ungkap Anggota Badan Legislasi(Banleg) DPRD Kota Bengkulu Hj Evy Permatasari, SH  sebagaimana dikutip Kominfo News Room.
Pada pasal 39 disebutkan setiap orang yang melakukan pelanggaran atas ketentuan pasal 7, 8, dan 20 peraturan daerah ini diancam dengan hukuman pidana kurungan paling lama 3 bulan atau dendapaling banyak Rp5 juta, serta dalam pasal 20 setiap rumah diwajibkan menyediakan tempat sampah organik dan anorganik.
Video youtube berikut ini menggambarkan bagaimana permasalahan sampah merupakan salah satu hambatan dalam mewujudkan citra Kota Bengkulu yang bersih untuk mendukung pariwisata setempat.
[youtube B5pDIH0FKu8]
Dalam perda tersebut juga diatur bahwa setiap rumah tangga diwajibkan meletakkan tempat sampah bentuk wadah tertutup di depan rumah dan mudah dilihat oleh petugas, sehingga petugas mudah mengangkut sampah.
Selanjutnya, penanganan sampah dilakukan oleh Dinas Pertamanan dan Kebersihan Kota dan dapat diserahkan kepada pihak ketiga. (Kominfo Newsroom/MC kotabengkulu/budi/toeb/IH1).

Previous articleBLHD Sumsel Peringatkan Perusahaan Pencemar [Mikom]
Next articleWaduk Batutegi Perlu Pengelolaan Maksimal [Lampost]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here