Kampanye untuk menyelamatkan lingkungan dengan program mendaur ulang masih terus digaungkan. Salah satu program yang belakangan ini sering dikampanyekan adalah menggantikan tas belanja plastik dengan tas belanja ramah lingkungan yang bisa dipakai ulang untuk mengurangi timbunan sampah. Namun, sebuah studi di Inggris, seperti dikutip dari www.conectique.com mengungkapkan hasil penelitian yang mengejutkan terkait dengan penggunaan tas ramah lingkungan. Tas ini diklaim dapat mengancam kesehatan karena menjadi tempat berlabuhnya bakteri berbahaya.

Lewat pengujian terhadap pengguna tas ini terungkap bahwa tas ramah lingkungan terkandung jejak bakteri E.coli, sebuah racun mematikan yang pada tahun 1996 menewaskan 26 orang di Skotlandia akibat wabah keracunan yang disinyalir terburuk di dunia. Tak hanya itu, bakteri membahayakan lainnya seperti salmonella juga ditemukan pada tas tersebut.

Pengujian dilakukan oleh para ahli di University of Arizona, yang melibatkan 84 pemakai tas di Tucson, Los Angeles dan San Francisco untuk memeriksa keadaan tas mereka. Penelitian kemudian menunjukkan, bahwa bakteri seperti E.coli terdeteksi pada setengah sampel tas. Tingkat bakteri yang mereka temukan cukup tinggi dan dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan yang serius dan bahkan berisiko pada kematian. Dalam hal ini, anak-anaklah yang lebih berpeluang terancam bahaya, karena mereka sangat rentan terhadap efek organisme seperti E. coli.

Bakteri E. coli merupakan jenis bakteri yang ditemukan dalam usus hewan dan manusia. Bakteri ini dikeluarkan melalui tinja dan dapat bertahan dalam lingkungan yang tidak bersih. Penularannya pada manusia bisa melalui air yang terkontaminasi atau makanan yang terkontaminasi, seperti daging yang belum dimasak dengan benar.

Pemimpin penelitian Profesor Charles Gerba, mengatakan tas yang terbuat dari karung goni atau anyaman polypropylene ini, mungkin baik bagi lingkungan, tetapi tidak untuk kesehatan jika tidak dibersihkan dan  secara teratur.  Karena itu, ia pun menyarankan agar para pengguna tas tersebut untuk rutin mencucinya seminggu sekali.  Cucilah pada suhu tinggi untuk membunuh bakteri yang umumnya disumbangkan oleh kemasan daging mentah.

“Konsumen perlu menyadari risiko ini dan harus membersihkan tas mereka secara rutin seminggu sekali,” saran Profesor Charles yang mengetahui bahwa berdasarkan hasil polling sekitar 97 persen pengguna tas ramah lingkungan ini tidak pernah mencuci tas nya. (iH2)

Previous articleTambang Bauksit Rusak Ratusan Hektare Hutan Lindung [Mikom]
Next articleRadiasi Nuklir Jepang Meluas!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here