Saturday, November 26, 2022
Advertisement
Home Berita Angelina Sondakh: Hutan `Mangrove` Benteng Bencana Indonesia

Angelina Sondakh: Hutan `Mangrove` Benteng Bencana Indonesia [Antara News]

41
0


Jakarta (ANTARA News) – Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Angelina Sondakh mengingatkan sangat pentingnya upaya pengelolaan potensi hutan `mangrove` (bakau) sebagai benteng perlindungan terhadap resiko bencana di Indonesia.
Ia mengatakan itu kepada ANTARA, di Jakarta, Senin, setelah menerima informasi tentang hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) –yang terungkap pada Rapat Paripurna DPR RI– atas kinerja pengelolaan hutan `mangrove` di kawasan Selat Malaka.
“Kan diungkapkan BPK, masih adanya kelemahan kebijakan dan sistem pengendalian intern serta ketidakpatuhan terhadap ketentuan yang berlaku,” kata Legislator yang juga aktivis lingkungan ini, antara lain ditunjuk sebagai `duta orang utan` sedunia.
Akibatnya, demikian Angelina Sondakh masih mengutip temuan BPK, hal tersebut mengakibatkan kegiatan rehabilitasi, pemanfaatan, perlindungan dan konservasi hutan `mangrove` belum efektif.
“Baik untuk memulihkan, mempertahankan, maupun meningkatkan fungsi hutan `mangrove` sebagai penyangga ekosistem pantai,” ujarnya.
Itulan sebabnya, mantan Putri Indonesia ini memberi reaksi cukup serius atas kegiatan rehabilitasi hutan `mangrove` bagi perlindungan terhadap bencana, sebagaimana terungkap (berdasarkan temuan BPK) pada Rapat Paripurna DPR RI pada hari Rabu (5/4) lalu.
“Sebagai aktivis lingkungan dan `duta orang utan`, jelas saya agak prihatin dengan hasil pemeriksaan BPK atas kinerja pengelolaan hutan `mangrove` di kawasan Selat Malaka tersebut,” tegasnya.
Bencana Tsunami
Masih adanya kelemahan kebijakan dan sistem pengendalian intern serta ketidakpatuhan terhadap ketentuan yang berlaku, demikian Angelina Sondakh, harus segera diakhiri.(Antara/iH6)

Previous articlePemerintah Diminta Segera Perbaiki Fasilitas Umum [Pikiran-Rakyat]
Next articleKota Bogor Belum Miliki Tempat Pembuangan Sampah Akhir [Pikiran Rakyat]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here