MEDAN (Berita) : Hujan deras yang melanda kota Medan, sejak, tadi malam, membuat banyak kawasan di beberapa kecamatan di daerah ini dilanda banjir setinggi hingga 2 meter. Ratusan rumah di bantaran sungai yang meluap terendam hingga menyisakan atap.
Air Sampai Ke Atap Rumah Akibat Meluapnya Sungai Deli, Jumat (01/04), Di Kelurahan Aur sendiri tercatat 225 Kepala Keluarga (KK), sedangkan di Kelurahan Sei Mati terdapat 115 KK, jumlah itu belum termasuk yang di Kelurahan Kampung Baru dan Hamdan, sehingga diperkirakan mencapai ribuan KK yang rumahnya terendam banjir. ( Berita /Doni )
Berdasarkan pantauan Berita, Jumat (1/4) pagi, banjir besar melanda hingga ke kawasan inti kota, hingga memerangkap ribuan kendaraan.  Di kawasan Kelurahan Aur Medan Maimun, yang memang merupakan langganan banjir, rumah warga juga terendam hingga mencapai atap.
‘Air mulai naik sejak tadi malam. Warga memang sudah siaga dan terus membenahi barang-barang tiap hujan deras datang. Maklumlah banjir memang sudah jadi lang-ganan tiap kali hujan deras datang, kata Dila, ibu rumah tangga yang tinggal di kawasan Kampung Aur.
Selain di kawasan Kampung Aur ribuan rumah warga di kawasan Perumnas Simalingkar, Simalingkar B, kawasan Polonia Medan, Starban dan Helvetia serta Kelurahan Payageli dan Kelambir 5 Sunggal, Deliserdang juga terendam hingga ke atap rumah dan badan jalan juga tergenang. Banjir juga menggenangi kawasan Jalan Jamin Ginting Medan, Padangbulan Medan. Banjir ini disebabkan hujan lebat yang mengguyur Kota Medan dari Kamis (31/03) sore
hingga Jumat dini hari. Guyuran hujan ini tidak sanggup ditampung oleh sungai-sungai dan juga kanal Titikuning Medan, ditambah lagi hujan gunung sehingga meluap sampai ke pemukiman penduduk.
Sementara sejumlah pemukiman rumah penduduk yang terletak di pinggir Sungai Deli, terlihat sejumlah warga mengungsi ke tempat-tempat yang lebih tinggi, hingga mengungsi sampai ke pinggir jalan protokol. ‘Air mulai naik sekitar pukul 00:00. Kami yang sedang tertidur dikejutkan dengan banjir yang cepat ini,’ ujar Yusuf, warga Kampung Aur, Kelurahan Aur, kepada Berita.
Di Kelurahan Aur sendiri tercatat 225 Kepala Keluarga (KK), sedangkan di Kelurahan Sei Mati terdapat 115 KK, jumlah itu belum termasuk yang di Kelurahan Kampung Baru dan Hamdan, sehingga diperkirakan mencapai ribuan KK yang rumahnya terendam banjir.(Berita Medan/iH6)

Previous articleEarth Hour, Industri Medan Jalan Terus [Berita Medan]
Next article100 Tanaman Langka di Toyota Eco Island [Antara News]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here