MANUSIA kadang tidak adil menilai dan memperlakukan alam, yang telah memenuhi kebutuhannya. Alam dengan segala kekayaan biotik dan abiotiknya dieksplorasi secara membabi-buta. Jika akhirnya terjadi bencana alam yang merugikan manusia, alam juga yang menjadi kambing hitam. Banjir dan tanah longsor, lumpur panas di Sidoarjo Jatim, serangan kelelawar di Kolaka Sulteng, dan terakhir serangan ulat bulu dari Probolinggo Jatim, yang merembet ke beberapa kota di Jateng, pada akhirnya alam juga yang dipersalahkan.

Cuaca ekstrem yang disinyalir sebagai penyebab membeludaknya reproduksi ulat bulu dan terganggunya siklus metamorfosis adalah salah satu bentuk pengambinghitaman alam. Jika ulat bulu bisa menghabiskan daun satu pohon dalam semalam, bukankah manusia tega dan mampu menghancurkan ribuan pohon dalam semalam dengan cara menebang pohon tanpa memperhitungkan ketentuan umur atau diameternya seperti terjadi di Kalimantan?

selengkapnya silakan kelik di sini suaramerdeka.com

Previous articleIlham:Kita Malu Kota Jorok [Fajar]
Next articleWalhi: Perusakan Lingkungan Dilakukan Korporasi [MICOM]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here