BONTANG, tribunkaltim.co.id – Kondisi keuangan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Taman Kota Bontang, selama 2 tahun terakhir terus memburuk.
Direktur Umum PDAM Bontang Sam Alkasih Ranggen, mengatakan setiap tahunnya mengalami defisit keuangan sekitar Rp 2,5 miliar/ tahun. Defisit ini disebabkan besarnya margin antara biaya produksi air bersih dengan tarif dasar air yang diberlakukan kepada seluruh pelanggan.
“Perkiraan sementara, tiap tahun PDAM mengalami defisit keuangan sekitar Rp 2,5 miliar per tahun,” ujar Direktur PDAM Bontang Sam Alkasih Ranggen, saat ditemui di kantornya, Jl Bhayangkara, Senin (2/5) siang tadi.
Dijelaskan, tarif dasar PDAM yang saat ini diberlakukan Rp 2350 per kubik, sementara biaya produksi air bersih sudah berkisar Rp 2850 per kubik. Nilai ini belum termasuk biaya operasional kantor, gaji pegawai dan perawatan seluruh sumur dan water treatmen plant (WTP) yang dimiliki PDAM.
“Jadi perkiraan paling minim, kerugian biaya operasional PDAM berkisar Rp 500 rupiah / kubik. Padahal sejak tahun 2008, subsidi operasional dari Pemkot sudah nol,” katanya.(Tribun/iH6)

Previous articleRuas Jalan Bacile Rusak Parah [Pikiran-Rakyat]
Next articleJangan Sampai Korbankan Pohon [Sapos]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here