Manado, (Antara News) – PT Newmont Minahasa Raya (NMR) menyambut baik hasil penelitian dari tim Panel Ilmiah Independen, yang menyebutkan kondisi lingkungan dan kesehatan masyarakat berkembang baik pasca ditutupnya kegiatan tambang itu di Ratatotok, Minahasa Selatan.
“Tim PII sudah mempresentasikan hasilnya pada 14 Mei 2011 lalu di hadapan Menteri Ristek dan jajaran Pemprov Sulut, dan hasil ini sudah cukup baik bagi PT NMR,” kata David Sompie, Site Manager PT NMR, melalui realese, di Manado, Senin.
Kegiatan pemantauan lingkungan Teluk Buyat di Minahasa Tenggara tahun 2010 lalu dalam acara pemaparan publik tahunan “Public Exposure”, para anggota PII terdiri dari para pakar lingkungan, kelautan dan kesehatan masyarakat.
Adapun hasil penelitian PPI yang disampaikan melalui pihak PT NMR, yakni kualitas air laut di teluk Buyat, konsentrasi parameter kualitas air laut yang diperoleh dari pemantauan tahun 2010 sama dengan konsentrasi parameter kualitas air laut sebagaimana dilaporkan oleh PII antara 2007-2009.
Yaitu berada jauh di bawah ambang batas standar mutu air laut Indonesia yang paling ketat untuk biota laut dan karenanya, tidak menunjukkan dampak yang merugikan terhadap ekosistem laut.
Kolom air, yakni kolom air menunjukkan bahwa stratifikasi tetap stabil dan menunjukkan adanya lapisan termoklin permanen pada tingkat kedalaman antara 20 dan 40 meter di bawah permukaan air laut.
Topografi dasar laut, survei batimetri tahun 2010 menunjukkan bahwa tidak ada perubahan posisi atau bentuk gundukan tailing di Teluk Buyat sejak penutupan PTNMR. Hasil survei batimetri tahun 2007-2010 konsisten dengan hasil survei batimetri pihak ketiga sebelumnya seperti yang dilakukan oleh KLH pada tahun 2004 yang mendukung kesimpulan bahwa gundukan tailing secara fisik stabil dan tidak teresuspensi atau teredistribusi.
Mutu sedimen, tidak ada indikasi bahwa logam-logam berat dalam sediman telah terlepas ke kolom air, sebagaimana diperlihatkan oleh data pemantauan kualitas air laut.  Hal ini menunjukkan bahwa logam-logam berat tersebut masih terikat dalam fase mineral yang stabil di dasar laut Teluk Buyat.
Komunitas makrobentos, Komunitas makrobentos pada gundukan tailing mengalami peningkatan yang baik dalam jumlah dan jenisnya.  Hal ini menunjukkan bahwa tailing tidak berbahaya bagi organisme yang hidup di dasar laut dan telah terjadi re-kolonisasi makrobentos di area penempatan tailing serupa dengan yang ditemukan di sedimen alami.(Antara/iH6)

Previous articleDPRD Sulut Prihatin Bunaken Semakin Kotor [Antara]
Next articlePerubahan Iklim Geser Pohon ke Kutub Utara [Vivanews]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here